Kisah guru sombong dan murid bodoh

Senin, Desember 12th, 2011

pondok_renungan.jpeg
Di sebuah desa,terdapatlah satu pondok pesantren yang dihuni oleh seorang guru dan beberapa murid yang berasal dari desa tersebut dan juga desa-desa lain yang ada disekitar. Adapun desa tersebut sangatlah sederhana,kebanyakan para penduduknya hanya berpendidikan rendah,bahkan ada yang tidak sekolah. Namun,berkat adanya pesantren di desa itu,berbondong-bondonglah para orang tua mendaftarkan anak-anaknya,dengan harapan bisa menjadi lebih baik untuk anak-anaknya.
moh2aa.jpeg
Dari sekian banyaknya murid,ada satu murid yang amat bodohnya. Sebut saja namanya si polan,si polan ini hidup sebatang kara. Ia dimasukkan ke pesantren itu oleh warga sekitar,karena mereka kasihan melihatnya. Si polan ini amat begitu bodohnya,diajarkan ‘alif’ yang ingat ‘ba’,diajarkan ‘a’ yang ingat ‘b’,diajarkan ‘1’ yang ingat ‘2’,begitu seterusnya..sehingga ia dikucilkan oleh teman-temannya.
Hal ini membuat sang guru benci sebenci-bencinya. Seringkali ditengah pelajaran sang guru menyuruh si polan keluar kelas,karena kebodohan si polan dianggapnya dapat mengganggu kosentrasi murid lain. Sang guru merasa ilmunya hanya akan jadi sia-sia jika diajarkan kepada si polan.
Meski begitu,si polan tidak membenci guru dan teman-temannya. Malahan dia semakin menghormati guru nya itu,dan menyayangi teman-temannya walau teman-temannya banyak yang menghinanya. Sebenarnya gurunya baik,hanya saja ia tidak sabar melihat kebodohan si polan dan ketidaksabarannya inilah yang menjadikannya sombong.
Suatu hari sang guru menderita penyakit borok(sakit kulit yang lebih parah dari kudis,yang mengandung nanah dan darah) di lutunya. Hal ini membuat ia susah berjalan. Ia berencana untuk meminta bantua kepada murid2 nya kecuali si polan,karena saking bencinya.sore hari ia mengumukan kepada murid2 nya,agar nanti malam,ketika si polan sudah tidur,murid2 datang ke kamarnya,karena ada sesuatu,kala itu si polan sedang ke hutan disuruh gurunya mencari kayu bakar.
Tengah malam,para murid bangun sesuai dengan yang direncanakan,si polan masih terlelap malam itu. Mereka datang ke kamar sang guru.
”wahai guru,apa yang ingin kau sampaikan pada kami?”,tanya murid2
”begini murid2 ku,sekarang ini kakiku sedang sakit parah,aku takut kalau dibiarkan terus akan membusuk”,kata sang guru
”adakah diantara kalian yang rela untuk menghisap darah dan nanah yang ada di kaki ku ini dan membuangnya?,karena aku tak sanggup melakukannya sendiri”,pinta sang guru.
Semua murid saling memandang,tidak ada yang menjawab. Karena mereka tahu itu hal yang paling menjijikkan.
”ya sudah,kalau kalian tidak mau…mungkin beberapa hari lagi akan sembuh”,kata sang guru dengan nada jengkel. Lalu para murid disuruh kembali ke tempat tidur.
Ketika sang guru tidur terlelap si polan datang,ternyata ketika mereka sedang berdialog,si polan mendengarkan secara seksama keluhan guru nya. Tanpa pikir panjang si polan menghisap habis isi luka di kaki sang guru hingga kering dan membuangnya keluar. Lalu ia kembali tidur.
Keesokan paginya,sang guru bangun dari tidur. Ia kaget karena kakinya sudah sembuh,lukanya sudah kering.
”siapa yang menghisap lukaku ini?”,pikirnya dalam hati.
”ini pasti ulah si polan,aku tak sudi”,dalam benaknya.
Lalu ia menjumpai si polan dan menanyakan akan hal itu,ternyata benar memang si polan yang menghisapnya. Sang guru marah besar dan menyuruhnya pergi dari pesantren itu,karena merasa terhina. Si polan hanya bisa meneteskan air mata. Apalagi ia tidak punya siapa2 di desa nya.
Dengan membawa hati yang sedih si polan keluar dari desa itu dan mencari tempat tinggal yang baru. Dalam perjalanan ia menemukan sebuah gua.
gua.jpeg
ia masuk ke gua itu untuk istirahat. Dalam peristirahatan ia melihat air yang menetes tanpa henti dari langit2 gua,sehingga lantai gua menjadi berlekuk karena nya. Ia mengamati terus kejadian itu lalu merenung. Malamnya ia tidur dan bermimpi didatangi cahaya. Cahaya yang begitu terangnya.
Keesokan paginya ia bangun untuk meneruskan perjalanan ke desa lain. Ia tidak sadar kalau tadi malam ia mendapat anugerah dari allah swt,berupa ilmu…karena sifatnya yang amat baik terhadap guru dan teman2nya.

10 tahun kemudian ia kembali ke desa nya,karena rindunya yang teramat sangat pada guru dan teman2nya. Kali ini ia tidak seperti yang dulu,ia lebih berilmu. Malah gurunya kalah kalau dibandingkan. Gurunya masih berjalan,ia sudah dapat terbang,Begitulah perumpamaannya. Namun ia tidak sombong dan mendendam.
Ketika ia kembali,ia disambut hangat oleh semua orang di desa itu. Teman2 nya berebut untuk dapat memeluknya sambil meminta maaf atas sikap mereka dahulu. Ditengah keharuan itu,tampak seorang lelaki tua yang berjalan menghampiri si polan. Orang tua itu adalah guru yang mengusirnya ketika itu. Dengan penuh penyesalan,rasa bersalah,dan linangan air mata..sang guru memeluk erat dan menangis sejadi-jadinya seraya meminta maaf kepada si polan,juga berterima kasih,,karena kakinya sembuh…si polan hanya bisa meneteskan air mata..dan memaafkan mereka semua,..sang guru sadar selama ini ia berlaku tidak adil kepada si polan,,dan sombong.
Akhirnya sang guru meminta si polan untuk menggantikan posisinya di pesantren itu,karena ia merasa sudah terlalu tua..dan si polan lah yang layak menggantikannya..karena ilmu si polan yang sudah terdengar dimana-mana.
Si polan kini menjadi guru besar di desanya,namun walau demikian ia tidak sombong dan bersikap sederhana.

NB:
*cerita ini sebagai pelajaran untuk kita(termasuk saya),jika memiliki ilmu (dunia atau akhirat),marilah kita saling berbagi. Karena apa yang ada sama kita hanyalah titipan. Dan ingat,selain amal,ada 3 yang akan dibawa jika mati.; sedekah jariyah,doa anak yang shaleh,dan ilmu yang bermanfaat.
Jadi jika ilmu yang ada sama kita,kita ajarkan kepada yang lain,tentu akan bermanfaat.
Dan ingat jika kita sebagai guru/orang yg mengajarkan,hendaklah bersabar dan jangan sombong. Karena ilmu yang kita miliki tak lebih dari setetes air di lautan jika dibandingkan ilmunya allah.
*gambar di atas hanya ilustrasi
*gambar sang guru dan si polan sengaja tidak ditampilkan,agar tidak terjadi kesalahpahaman bagi pembaca

Posted by Wordmobi

9 comments on “Kisah guru sombong dan murid bodoh

  1. YULIVIA mengatakan:

    cerita yang bagus

  2. dykas60v5 mengatakan:

    Wah good job bro… Pnuh hikmah… Gw jd tringat saat ayah ngedongengin ssuatu sblm tdr…

  3. 4an25 mengatakan:

    whahaha, jadi terharu baca cerita ini..
    Mungkin itulah keadilan Allah swt..

  4. sakrilegi mengatakan:

    tapi tetep bagus,, saya suka banget🙂

  5. sakrilegi mengatakan:

    zalzz
    saya suka cerita ini
    buatan kamu kah bro?

    • zalzzz mengatakan:

      thanks yah,mau mampir.he.he. Sebenarny ne cerita,bukan asli karangan w,tp cerita dri ayah w. W cuma ubah dgn bhs w sendiri. Moga dgn ini,kita semua diberikan hidayahnya ya (amieen)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: