Kisah seorang pemuda dan sebuah mangga

Sabtu, Desember 17th, 2011

Dalam teriknya matahari yang bersinar cerah di siang hari,tampak seorang pemuda yang berjalan kaki dengan wajah yang lesu. Ia berjalan terus demi keinginannya,yaitu merubah nasib. Sebenarnya ia tidak tahu,kemana harus melangkahkan kakinya. Yang ia tahu,dia harus mendapatkan pekerjaan atau paling tidak ada orang yang mau membantunya. Namun tak seorang pun yang ditemuinya,karena memang ia belum menemukan desa. Di tengah perjalanan,ia melihat sebuah sungai yang begitu indah yang air jernihnya mengalir dengan derasnya…
sungai3.jpeg
haus dahaganya pun muncul,karena sudah seharian berjalan. ”sepertinya,aku harus istirahat dulu di pinggiran sungai ini”,pikirnya.
Dengan segera,ia berjalan ke arah sungai itu. Ia membasuh wajahnya yang menghitam karena panasnya siang,berkumur dan meminum sedikit air tuk menghilangkan dahaganya. Setelah puas,ia duduk di bebatuan pinggiran sungai. Tiba-tiba saja,perutnya sakit..ia mengerang sambil memegang perutnya. Ini terjadi karena memang sudah 1 hari ia belum makan. Ia mengambil air dan meminumnya,namun tetap saja rasa lapar tak dapat ditahan. Tiba-tiba ia melihat sebuah mangga yang hanyut dibawa air. Dengan segera,ia menangkapnya,lalu memakannya. greenmango.jpeg
Setelah memakannya separuh,terlintas dalam fikirannya akan mangga tersebut. Ia memuntahkan sisa yang masih ada di mulutnya. ”ya allah,ampunilah aku karena telah makan makanan yang haram”,doa nya. Ia merasa,kalau buah mangga itu berasal dari pohon yang ditanam oleh pemiliknya. Sementara pemilik pohon tidak mengetahuinya. Ia merasa kalau ia memakan hasil curian.
Dengan perasaan bersalah ia membawa mangga yang separuh itu menelusuri sungai. Ia ingin mencari dimana pohon mangga itu terletak. Setelah 1 jam berjalan,ia melihat sebuah perkebunan mangga yang begitu luasnya. Yang ditengah area tersebut terdapat sebuah rumah yang begitu megahnya.
Dengan bergegas ia berjalan berharap menemukan orang yang memiliki pohon-pohon mangga itu. Benar saja,tampak olehnya seorang laki-laki yang sedang duduk di depan rumah itu.
”assalamu’alaikum pak”sapa nya kepada bapak itu.
”wa’alaikum salam,nak”,”ada apa ya?”,tanya bapak itu.
Dengan mata yang berair,pemuda itu menyerahkan mangga yang sudah separuh karena telah dimakannya.
”maafkan saya pak,karena secara tidak sengaja saya telah memakan buah mangga bapak..sementara bapak tidak mengetahuinya”jelasnya,dengan nada penyesalan.
Bapak itu hanya tersenyum,lalu mengajak pemuda itu masuk ke rumahnya.
”pemuda ini jujur,padahal hanya sebuah mangga,andai pun ia memakannya aku ikhlas kok,toh kebun ku lebar,tapi ia tetap mengembalikan mangga itu”.fikir sang bapak.
”sepertinya,pemuda ini layak jadi pendamping putri ku”,fikirnya lagi.
Di ruang tamu itu ,sang bapak menanyakan asal usul pemuda itu,..si pemuda hanya menjawab seadanya. Pemuda itu menjelaskan apa tujuan perjalanannya,yaitu hanya ingin meneruskan hidup.
”maaf pak,jadi apakah bapak sudah memaafkan saya?,karena mangga itu??”tanya si pemuda.
”tidak,saya belum bisa memaafkannya”jawab bapak itu dengan tujuan lain.
”kalau begitu hukumlah saya,saya rela”pinta pemuda tersebut.
”baik,saya akan menghukum kamu” kata bapak itu.”kamu akan saya nikahi dengan putri saya,bagaimana?”tanya sang bapak.
Pemuda itu merasa aneh,hukuman kok disuruh nikah,namun karena ia sudah merasa mati langkah,ia hanya bisa menyanggupi.
”tapi putri ku ini buta,tuli,bisu,dan lumpuh kakinya”,jelas sang bapak.”bagaimana?,apa kau sanggup?”,tanya sang bapak.
”asalkan bapak sudah memaafkan saya,saya rela pak”,kata si pemuda.
”sebentar”kata sang bapak.
”aisyah…tolong bawa kan teh,ada tamu ne”teriak sang bapak ke arah dapur.
”ya,pak”terdengar suara wanita dari dapur.
Lalu mereka(bapak dan pemuda itu) melanjutkan perbincangan yang tadi terputus.
Lima menit kemudian datanglah seorang wanita berjilbab biru dengan membawa 2 gelas teh dan beberapa kue. Si pemuda begitu terkejut melihat sosok wanita itu,ia seperti melihat bidadari yang sering datang dalam mimpinya. Dan lebih terkejut lagi,ketika sang bapak menjelaskan kalau itu adalah putrinya,yang kelak akan menjadi istri pemuda tersebut.
”maaf pak,bukankah tadi bapak katakan kalau putri bapak seorang yang cacat,yang buta,tuli,bisu dan lumpuh?”,tanya si pemuda kepada sang bapak dengan penuh keheranan.
”ya,memang…ia memang buta,tuli,bisu dan lumpuh”kata sang bapak sambil meminum teh yang baru disediakan putrinya.
”buta,karena ia tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan agama. Tuli dan bisu karena ia tidak mau mendengarkan apa-apa yang belum tentu kebenarannya dan selalu menjaga mulutnya dari perkataan2 yang tidak berguna. Lumpuh,karena ia tidak pernah berjalan ke tempat2 maksiat. Ia selalu menjaga dirinya dari hal-hal yang negatif,,”,jelas sang bapak dengan panjang lebar.
”jadi yang aku maksudkan hanyalah kiasan kata saja”jelas sang bapak lagi sambil tersenyum.
”kalau begitu sempurnanya,tak pantaslah saya jadi suaminya pak”kata si pemuda.
”saya hanya seorang..”kata si pemuda dengan terputus karena langsung dipotong sang bapak.
”sudahlah..aku tahu apa maksud kamu”kata sang bapak sambil menepuk bahu pemuda itu.
”manusia itu semua sama di mata allah,kecuali amalnya…jadi kau janganlah merasa seperti ini”kata sang bapak.
”aku memilihmu jadi pendamping putriku,karena kejujuran dan keikhlasanmu,,karena zaman ini sudah jarang ada pemuda yang seperti kau”,kata sang bapak.
Akhir cerita menikahlah pemuda itu dengan putri sang bapak,dan hidup bahagia.

Cerita di atas memberikan contoh kepada kita,kalau kejujuran dan keikhlasan adalah sebuah nilai yang begitu besarnya. Tidak hanya memberikan manfaat kepada orang lain tetapi juga diri sendiri. Semoga allah memberikan kita hidayahnya(amien)

Posted by Wordmobi

10 comments on “Kisah seorang pemuda dan sebuah mangga

  1. Eva Azwan mengatakan:

    aq dah pernah bca crtany bg zal..
    tp bedany buah kurma,bkn mangga..
    he,he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: