Kisah pohon apel dan anak manusia

Jumat, Desember 23rd, 2011

Assalamualaikum bro n sista,,baca cerita yuk disini,,hikmah nya kita jadikan pelajaran,okey!

Pada dahulukala hiduplah sebatang pohon apel dengan suburnya. Dekat pohon itu ada sebuah rumah yang dihuni oleh satu keluarga dimana seorang anak laki2 nya sering bermain di bawah pohon itu. Pohon apel itu senang karena selalu ditemani si anak. Mereka saling berbicara satu sama lain,seperti sahabat.
Suatu hari si anak datang ke pohon apel.
”wahai pohon apel,aku ingin membeli mainan..ayah ku tak punya uang,,”kata si anak.
”ambillah buah-buah apel ini nak,lalu jual lah maka kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan”,kata si pohon.
Si anak lalu mengambil dan mengumpulkannya,lalu menjualnya..
pohon+apel.jpg.gif
Beberapa tahun kemudian si anak sudah remaja,dan datang kembali ke tempat pohon itu. Pohon apel yang sedih kini senang kembali karena ditemani si anak yang sudah remaja.
”wahai pohon apel,sekarang aku sudah besar aku harus bekerja untuk mendapatkan uang”kata si anak.
”kalau begitu ambillah buah2 ini dan juga cabang2 besarnya,lalu jual lah”kata si pohon
si anak mengambil dan menjualnya..lalu pergi.
Si pohon sedih kembali,karena ditinggal pergi.
Beberapa tahun kemudian si anak datang lagi
”wahai pohon apel,sekarang aku sudah kawin aku butuh rumah,apa yang bisa kau bantu?”tanya remaja itu.
”ambillah batang besarku,jadikan papan untuk rumahmu”kata si pohon.
Remaja itu melakukan seperti apa yang dikatakan si pohon,lalu pergi lagi. Si pohon kembali bersedih.
Waktu terus berjalan…..si pohon apel kini hanya tinggal tunggul dan akar-akarnya. Tampak seorang laki-laki tua renta,yang mendatangi tunggul pohon itu..dan ternyata orang tua itu adalah anak manusia yang berteman dengan pohon apel.
Si tunggul pohon kembali senang karena ditemani lagi meski sudah jadi tunggul.
”apalagi yang kau inginkan dariku maunusia?,sekarang aku sudah menjadi tunggul,tak ada yang bisa dimanfaatkan lagi”,jelas si pohon
Orang tua itu menangis sejadi-jadinya sambil memeluk tunggul itu.
”maafkan aku wahai pohon apel,,aku sangat menyesal,,karena ulahku kau menjadi tunggul sekarang.”kata orang tua itu.
”dulu,ketika aku membutuhkanmu baru aku mau datang kemari,setelah terpenuhi aku pun pergi,kini setelah kau menjadi tunggul dan aku tua renta,barulah menyadarinya”,sambungnya lagi.
”sudahlah…penyesalan tiada gunanya”,kata si pohon. Kini mereka tinggallah berdua saja,sambil menunggu waktu.

Cerita di atas merupakan contoh bagi kita.pohon apel:orang tua,anak manusia:diri kita. Banyak orang-orang pada umumnya kalau sudah sukses,berhasil,berjaya..melupakan peran orang tua nya.
image004_1.jpeg
Kalau di jaman dahulu ada malinkundang,di zaman sekarang ada apa ya?,jawablah dengan hati anda masing-masing.
Coba kita lihat di jalanan,banyak pengemis tua yang mencari sesuap nasi. Di panti2 jompo jumlah penghuninya selalu saja bertambah. Kenapa ini bisa terjadi??,sebab,sudah banyak orang2 yang sukses lalu ‘membuang’ orang tuanya dengan alasan sudah tua,menjadi beban,dll.
Untuk itu sayangilah orang tua kita,apalagi ibu yang melahirkan kita,yang mengandung selama 9 bulan. Dan ayah juga tak kalah penting,ia selalu berusaha,peras keringat,banting tulang,demi anak-anaknya.
Semoga kita semua dapat hidayah allah ya,amiin

Posted by Wordmobi

15 comments on “Kisah pohon apel dan anak manusia

  1. onesetia82 mengatakan:

    postingan yang keren bro . . .
    salam kenal dan persahabatan . . .🙂

  2. Hanya Ingin Berbagi mengatakan:

    Datang hanya ingin mengucapkan.
    Selamat Tahun Baru 2012 mas bro.
    Semoga Tahun 2012 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
    Salam persahabatan selalu.

  3. oriie rianzy mengatakan:

    mohon maaf gan
    Sebaiknya cantumkan sumbernya? ,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: