Kepanjangan dari ISLAM

Kamis, Februari 23rd, 2012

shalat.jpeg
assalamua’laikum wr.wb.
Dalam kesempatan ini w mau berbagi ama teman2 neh,,,,pernah w liat orang yang sedang mabuk2an,berjudi,dll…lalu w tanya pada orang-orang sekitar itu,”apa agama sekelompok orang2 yang mabuk2an itu?”,,orang2 disekitar menjawab”islam”,,,sedih hati w mendengar nya.
W teringat masa lalu w yang rusak karena narkoba,,,tpi alhamdulillah,sekarang udah baikan. W heran kenapa yang buat maksiat,kebanyakan orang yang agama nya islam?? Apa mereka tidak tahu atau tidak mau tahu dengan islam??,bagaimana peran orang tua yang membiarkan anak2 nya jauh dari agama??
Islam itu terdiri dari 5 huruf,yang kepanjangannya:
I: Isya
S: Shubuh
L: Lohor(di indonesia-Dzuhur)
A: Ashar
M: Maghrib
Maha besar Allah dengan apa apa yang telah diciptakannya. Mungkin karena banyak yang belum mengetahui apa itu islam,,sehingga banyak yang melalaikannya.
Dari keterangan diatas,kita dapat menarik kesimpulan,kalau orang islam yang tidak melaksanaka shalat yang 5 di atas,berarti belumlah dapat ia dikatakan 100% islam,,,yang kadang dalam masyarakat berlaku istilah’Islam KTP’. Untuk itu marilah kita laksanakan kewajiban yang sudah kita lalaikan itu,,berserah dirilah,,,karena itu yang terbaik. Sebelumnya,w mau minta maaf bagi yang tidak berkenan,w bukan sok alim,w juga sama dengan teman2,,,dari background yang sama. W hanya ingin mengingatkan,karena sesama muslim kita harus saling mengingatkan. Apabila terdapat kata2 w yang menyinggung atau negatif,w mohon maaf.
ya allah,berikanlah kami,hidayahmu…karena tanpa cahayamu,,kami akan selalu dalam kesesatan (amiiin)
akhir kata,wassalamualaikum wr.wb

Posted by Wordmobi

12 comments on “Kepanjangan dari ISLAM

  1. hakamybs mengatakan:

    Bismillahirrahmanirrahim.
    Dari Yahya bin Ya’mar katanya: “Orang yang mula-mula bicara di Bashrah menentang adanya ‘Qadar’, ialah Ma’bad bin Al Juhani. Maka pada suatu ketika, aku dan Humaid bin ‘Abdurrahman Al Hamairi, sama-sama pergi haji atau umrah. Kami berdua sepakat, jikalau bertemu dengan salah seorang sahabat Rasulullah saw., kami akan menanyakan kepada mereka masalah ‘Qadar’ itu. Justru kami bertemu di dalam masjid dengan ‘Abdullah bin ‘Umar bin Khaththab. Kami langsung mendekati dan mengapitnya di kanan-kiri beliau. Dalam pada itu aku telah menduga, bahwa sahabatku Humaid akan menyerahkan pembicaraan kepadaku. Kataku kepada Abu ‘Abdurrahman, “Telah muncul di hadapan kita para pembaca Al Qur-an dan para ilmuwan. Mereka mendakwakan bahwa ‘Qadar’ itu tidak ada. Segala sesuatu terjadi menurut kudratnya, tanpa didahului ‘Qadar’ dan ‘Ilmu Allah’.” Jawab ‘Abdullah bin ‘Umar, “Apabila engkau bertemu dengan mereka, katakan bahwa aku tidak sependapat dengan mereka. Demi Allah! Kalaulah mereka mempunyai sebungkal emas, kemudian emas itu dinafkahkannya, maka Allah swt. tidak akan menerima nafkah mereka sehingga mereka beriman kepada ‘Qadar’.”
    Kemudian dilanjutkannya, “Ayahku ‘Umar bin Khaththab, menceritakan kepadaku sebagai berikut: Pada suatu hari ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah saw., sekonyong-konyong muncul di hadapan kami seorang laki-laki berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam. Tidak terlihat padanya bekas perjalanan dan tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk ke dekat Nabi saw., lalu disandarkannya lututnya ke lutut Nabi, dan diletakkannya kedua telapak tangannya ke pahanya.”
    Dia berujar, “Ya, Muhammad! Terangkanlah kepadaku tentang Islam.”
    Jawab Nabi saw., “ISLAM ialah: (1) Bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad Rasulullah; (2) Mendirikan shalat; (3)
    Membayar zakat; (4) Puasa Ramadhan; dan (5) Haji ke Baitullah, jika engkau sanggup melaksanakannya.”
    “Engkau benar!” kata orang itu.
    Kata ayahku, “Kami heran terhadap orang itu; dia yang bertanya tapi dia pula yang mengatakan benar.”
    Kemudian orang itu berkata pula, “Terangkanlah kepadaku tentang Iman!”
    Jawab Nabi saw., “IMAN ialah: (1) Iman dengan Allah; (2) para malaikat-Nya; (3) kitab-kitab-Nya; (4) para Rasul-Nya; (5) hari akhir; (6) dan dengan qadar baik maupun buruk.”
    Kata orang itu, “Engkau benar!” Kemudian dia berkata pula,
    “Terangkanlah kepadaku tentang Ihsan!”.
    Jawab Nabi saw., “Ihsan ialah: menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Sekalipun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
    Katanya pula, “Terangkanlah kepadaku tentang KIAMAT!”
    Jawab Nabi saw., “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang menanya.”
    Katanya, “Terangkanlah kepadaku tanda-tandanya!”
    Jawab Nabi saw., “Apabila hamba-sahaya perempuan telah melahirkan majikannya, dan apabila orang-orang dusun yang melarat telah bermewah-mewah di gedung-gedung nan indah.”
    Kata ayahku, “Kemudian orang itu berlalu. Tetapi tidak berapa lama antaranya, Rasulullah saw. bertanya kepadaku, “Tahukah engaku, siapakah gerangan yang bertanya itu?”
    Jawabku, “Allah dan Rasul-Nya lah yang lebih tahu.”
    Sabda Rasulullah saw., “Dia adalah Jibril. Dia datang kepada kalian mengajarkan agama kalian.”
    [H.R. Muslim]

  2. Erit Kantoni mengatakan:

    Mas zalzzz prnh pke narkoba ya?

  3. Eko Wardoyo mengatakan:

    BETUL TUCH bank shalat 5 waktu adalah tiang agama, jangan katakan diri kita islam kalau tidak melaksanakan Shalat

    d(^o^”)

  4. Dyens Uzumaki mengatakan:

    wow masa lalu yang kelam ,
    Dan sekarang ada di jalan yg benar ?
    Tp sampai skarang aku mash tersesat ,Di jalan yang bernama kehidupan (Hatake Kakashi)

  5. ardiansyahpangodarwis mengatakan:

    waa’laikum salam
    terimakasih menginigatkan🙂
    semangat bertobat dan perbaiki diri
    salut🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: